Merawat Ingatan Hari Bumi, Menjaga Masa Depan Bumi

 


Setiap tanggal 22 April, dunia memperingati Hari Bumi sebagai momentum refleksi hubungan manusia dengan alam. Peringatan ini bermula pada tahun 1970 di Amerika Serikat atas inisiatif Gaylord Nelson sebagai respons terhadap meningkatnya kerusakan lingkungan akibat aktivitas industri. Sejak saat itu, Hari Bumi menjadi simbol lahirnya kesadaran global terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

Di Indonesia, peringatan Hari Bumi semakin dikenal sejak era reformasi melalui berbagai gerakan mahasiswa dan masyarakat sipil yang menyoroti persoalan deforestasi, pencemaran, dan krisis sampah. Namun, peringatan ini masih sering berhenti pada kegiatan simbolik tanpa diikuti perubahan nyata dalam perilaku menjaga lingkungan.

Hari Bumi seharusnya menjadi pengingat bahwa menjaga alam bukan hanya agenda tahunan, tetapi tanggung jawab bersama. Bagi mahasiswa, refleksi ini penting sebagai bagian dari kesadaran intelektual untuk merawat bumi sebagai ruang hidup bersama lintas generasi. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa yang Berhak Menulis Sejarah? Menyoal Pemutakhiran Sejarah Indonesia di Tengah Kepentingan Kekuasaan #PojokTulisan

Laki-Laki Juga Butuh Ruang Aman; Maskulinitas Bukan Soal Dominasi #PojokTulisan

Gana Samuhita, Komunitas Sosial Pemuda yang Hidupkan Literasi di Rejang Lebong