Hari Puisi Nasional: Puisi, Perlawanan, Keabadian
Setiap tanggal 28 April, Indonesia memperingati Hari Puisi Nasional. Tanggal ini bukan dipilih secara acak, dilansir dari ANTARA News, pemilihan 28 April diambil untuk memperingati hari wafatnya Chairil Anwar, salah satu penyair paling berpengaruh dalam sejarah sastra Indonesia. Uniknya, berbeda dari kebanyakan hari peringatan nasional yang merujuk pada hari lahir tokoh, Hari Puisi Nasional justru ditetapkan berdasarkan tanggal kepergiannya yang seolah menegaskan betapa besarnya warisan yang ia tinggalkan. Dikutip dari Tirto.id, Chairil Anwar wafat pada 28 April 1949 di Jakarta akibat penyakit tuberkulosis (TBC). Ia pergi di usia 26 tahun di usia yang sangat muda, namun meninggalkan jejak yang tak terhapus yaitu sebanyak 96 karya, di antaranya 70 puisi yang hingga kini terus dibaca, dikutip, dan diresapi. "Aku ini binatang jalang dari kumpulannya terbuang …Aku mau hidup seribu tahun lagi." Chairil Anwar, Aku (1943) Dilansir dari laman Badan Bahasa Kemdikbudristek, peringata...