Tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dan KRL di Bekasi Tewaskan 14 Orang
LPM Gelora Parrhesia, Rejang Lebong, 29 April 2026 - Kecelakaan tragis yang melibatkan KA Argo Bromo Anggrek dan Kereta Rel Listrik (KRL) terjadi di kawasan Bekasi pada Senin (27/4/2026). Peristiwa ini menyebabkan korban jiwa serta mengganggu operasional transportasi perkeretaapian di wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan Detik.com, jumlah korban meninggal dunia mencapai 14 orang. Selain itu, puluhan penumpang lainnya mengalami luka-luka dan telah dilarikan ke sejumlah rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Proses evakuasi dilakukan oleh tim gabungan guna mempercepat penanganan korban di lokasi kejadian.
“Kami fokus pada evakuasi korban dan percepatan penanganan di lokasi,” ujar salah satu petugas di lapangan.
Sementara itu, BBC Indonesia melaporkan bahwa kecelakaan terjadi ketika kereta jarak jauh menabrak rangkaian KRL yang berada di jalur yang sama. Benturan keras menyebabkan beberapa gerbong mengalami kerusakan parah hingga keluar dari rel.
Insiden ini diduga merupakan rangkaian kejadian berantai. Sebuah kendaraan di perlintasan sebelumnya dilaporkan mengganggu perjalanan KRL hingga berhenti di jalur, sebelum akhirnya ditabrak oleh kereta dari arah belakang.
Perwakilan Komite Nasional Keselamatan Transportasi menyatakan bahwa investigasi masih berlangsung untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
“Kami melakukan penyelidikan menyeluruh, termasuk evaluasi sistem persinyalan dan kemungkinan faktor manusia,” ujarnya.
Pihak PT Kereta Api Indonesia juga menyampaikan duka cita kepada para korban.
“Kami menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada keluarga korban dan memastikan seluruh korban luka mendapatkan penanganan,” kata perwakilan PT KAI.
Akibat kejadian ini, perjalanan KRL lintas Bekasi dan sekitarnya mengalami gangguan signifikan, termasuk keterlambatan jadwal. Masyarakat diimbau untuk menggunakan alternatif transportasi hingga proses pemulihan jalur selesai.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya peningkatan standar keselamatan transportasi perkeretaapian, baik dari sisi operasional maupun infrastruktur, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Penulis: DF
Editor: HES

Komentar
Posting Komentar