Perkuat Monitoring Lingkungan, MapBiomas Indonesia Dorong Pemanfaatan Data Terbuka di Bengkulu

 

LPM Gelora Parrhesia, Rejang Lebong, 13 Mei 2026 - MapBiomas Indonesia bekerja sama dengan Yayasan Genesis menggelar workshop pemanfaatan data MapBiomas di Hotel Mercure Bengkulu, Rabu (13/05/2026). Kegiatan tersebut menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari instansi pemerintah daerah, akademisi, organisasi masyarakat sipil, hingga jurnalis.

Workshop ini bertujuan mendorong pemanfaatan data MapBiomas sebagai dasar pengambilan kebijakan pembangunan dan pengelolaan lingkungan di Provinsi Bengkulu. Selain menyosialisasikan data terkait tutupan lahan dan laju deforestasi hutan, kegiatan ini juga difokuskan untuk memperkuat pemahaman lintas sektor mengenai penggunaan data berbasis peta, mendorong penggunaan data akurat dalam proses perencanaan daerah, serta membangun sinergi antara pemerintah, akademisi, dan masyarakat sipil dalam pengawasan lingkungan.

Dalam sesi diskusi, perwakilan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) mengapresiasi kehadiran platform MapBiomas. Menurutnya, platform tersebut menjadi sumber informasi yang cepat, akurat, dan dapat diakses secara gratis.

“MapBiomas memberikan nilai tambah signifikan dibandingkan pengambilan data manual yang selama ini cenderung rumit dan memakan waktu,” ujar perwakilan BPDAS dalam kegiatan tersebut.

BPDAS juga berencana mengintegrasikan data MapBiomas ke dalam operasional kerja sehari-hari. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi kerja lapangan, khususnya dalam memetakan kondisi daerah aliran sungai dan tutupan hutan secara lebih presisi.

Sementara itu, pihak Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) menyampaikan bahwa keberadaan data dari MapBiomas dapat memperkuat kebijakan dan tata kelola di Bentang Alam Seblat melalui pengambilan keputusan berbasis data.

Melalui penyediaan data spasial yang bersifat historis dan terukur, upaya tersebut dinilai tidak hanya mampu memperkuat manajemen kawasan, tetapi juga menjadi landasan argumentasi dalam memperjuangkan perlindungan habitat bagi berbagai satwa prioritas di kawasan tersebut.


Penulis: HB

Editor: HES



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa yang Berhak Menulis Sejarah? Menyoal Pemutakhiran Sejarah Indonesia di Tengah Kepentingan Kekuasaan #PojokTulisan

Gana Samuhita, Komunitas Sosial Pemuda yang Hidupkan Literasi di Rejang Lebong

PKBM Literasi Qur’ani Luluskan Angkatan Pertama Pendidikan Kesetaraan Setara SMA, Buka Kesempatan Belajar untuk Semua