Penanaman 1000 Pohon dalam Rangka Mitigasi Bencana Hidrometeorologi Kabupaten Rejang Lebong
LPM Gelora Parrhesia—Rejang Lebong, Selasa (30/12/2025)
Pemerintah Provinsi Bengkulu bersama pemerintah kabupaten/kota melaksanakan penanaman pohon serentak dalam rangka mitigasi bencana hidrometeorologi. Kegiatan tersebut dipusatkan di kawasan Sungai Ulu Musi, Trokon, Kabupaten Rejang Lebong.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, S.E., terkait instruksi dan sosialisasi gerakan penanaman pohon. Acara dibuka langsung oleh Gubernur Bengkulu melalui Zoom Meeting yang diikuti oleh para bupati dan wali kota se-Provinsi Bengkulu beserta jajarannya.
“Terima kasih saya ucapkan kepada seluruh pihak yang telah bekerja sama dengan baik. Saya berharap gerakan ini tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari seluruh masyarakat yang mencintai Provinsi Bengkulu. Gerakan penanaman se-Provinsi Bengkulu ini tidak hanya dilakukan di daerah aliran sungai, tetapi kami juga mengajak masyarakat untuk menanam minimal satu pohon di halaman depan atau belakang rumah. Kegiatan ini diharapkan tidak bersifat simbolis semata, melainkan mampu memastikan alam benar-benar bersahabat dengan kita,” ujar Helmi Hasan dalam sambutannya.
Sementara itu, Bupati Rejang Lebong, M. Fikri Thobari, S.E., M.I.P., menjelaskan bahwa instruksi gubernur yang diterima pada 24 Desember 2025 langsung ditindaklanjuti melalui rapat dan sosialisasi.
“Kami telah menyiapkan kurang lebih 10.000 bibit pohon, di antaranya jenis petai, batang lanang, dan kayu bawang, untuk mendukung gerakan ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan bahwa kegiatan penanaman telah dilakukan dua hari sebelumnya, tepatnya pada Minggu (28/12/2025).
“Sebanyak 1.200 bibit pohon telah ditanam di wilayah Ulu Musi, Trokon,” tambahnya.
Kegiatan penanaman pohon tersebut melibatkan warga Desa Cawang Lama dan Desa Kayu Manis, serta didukung oleh komunitas pecinta alam se-Kabupaten Rejang Lebong dan para pelaku usaha. Bupati menegaskan bahwa ke depan masih akan dilakukan tahap revitalisasi di sejumlah titik yang membutuhkan, termasuk monitoring dan evaluasi yang melibatkan pelaku usaha.
Menurutnya, pengembangan tanaman jambu alpukat di wilayah tersebut saat ini telah mencapai kurang lebih 30 hektare dan ditargetkan mulai berbuah pada tahun 2027.
“Kami sangat berharap pada panen perdana nanti, Gubernur dan Wakil Gubernur Bengkulu dapat turut hadir menyaksikan proses panen,” tuturnya.
Bupati Rejang Lebong juga menekankan pentingnya tindak lanjut pascapenanaman.
“Monitoring itu wajib dilakukan agar upaya ini benar-benar mampu mencegah bencana banjir maupun longsor di wilayah kita,” pungkasnya.
Penulis: NA

Komentar
Posting Komentar