Wisudawan IAIN Curup Diingatkan: Lulus Bukan Berarti Berhenti Belajar




LPM Gelora Parrhesia, Rejang Lebong, 9 Mei 2026 - Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup menggelar prosesi wisuda yang berlangsung khidmat di Aula Rektorat IAIN Curup. Kegiatan tersebut dihadiri jajaran pimpinan kampus, civitas akademika, serta para tamu undangan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Rektor IAIN Curup Prof. Dr. Idi Warsa, M.Pd.I., Wakil Rektor I Prof. Dr. Yusefri, M.Pd.I., Wakil Rektor II Prof. Dr. Muhammad Istan, S.E., M.Pd., M.M., Wakil Rektor III Dr. Nelson, M.Pd.I., Ketua Senat IAIN Curup, Kepala Biro AUAK, para dekan beserta wakil dekan, ketua program studi, direktur pascasarjana, serta tamu undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Rektor IAIN Curup menegaskan bahwa wisuda bukan akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk terus mengembangkan diri dan memberikan kontribusi di tengah masyarakat. Ia juga berpesan agar para alumni tetap bangga menjadi bagian dari IAIN Curup.

“Lulus bukan berarti berhenti untuk belajar. Alumni Institut Agama Islam Negeri Curup jangan pernah sekali pun menyesal berkuliah di sini,” ujarnya kepada LPM Gelora Parrhesia.

Sementara itu, salah satu wisudawan terbaik Fakultas Ushuluddin, Adab, dan Dakwah, M. Thoriq Abror, menyampaikan harapannya agar wisuda menjadi langkah awal bagi para lulusan dalam meniti masa depan dan karier mereka.

“Semoga ini menjadi gerbang karir bagi seluruh wisudawan pada hari ini,” ungkapnya.

Prosesi wisuda ini menjadi momen bersejarah bagi para lulusan yang resmi menyandang gelar akademik. IAIN Curup berharap para alumni mampu membawa nilai-nilai keilmuan dan keislaman yang diperoleh selama masa perkuliahan untuk memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan agama.


Penulis: NA

Editor: HES


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa yang Berhak Menulis Sejarah? Menyoal Pemutakhiran Sejarah Indonesia di Tengah Kepentingan Kekuasaan #PojokTulisan

Gana Samuhita, Komunitas Sosial Pemuda yang Hidupkan Literasi di Rejang Lebong

Laki-Laki Juga Butuh Ruang Aman; Maskulinitas Bukan Soal Dominasi #PojokTulisan