Isa Almasih: Langit, Harapan, dan Kebangkitan

 

Kenaikan Isa Almasih merupakan salah satu peristiwa penting dalam ajaran Kristen yang diperingati umat Kristiani di seluruh dunia. Peristiwa ini diyakini sebagai momen ketika Isa Almasih naik ke surga setelah bangkit dari kematian. Dalam tradisi gereja, Kenaikan Isa Almasih diperingati 40 hari setelah Hari Paskah dan menjadi simbol kemenangan serta pengharapan bagi umat beriman.

Jejak waktu peristiwa ini bermula dari penyaliban Isa Almasih di Yerusalem. Menurut kisah dalam Alkitab, Isa disalibkan pada hari Jumat yang kemudian dikenal sebagai Jumat Agung. Penyaliban tersebut diyakini umat Kristiani sebagai bentuk pengorbanan untuk menebus dosa manusia. Setelah wafat dan dimakamkan, suasana duka menyelimuti para murid dan pengikut-Nya.

Tiga hari setelah penyaliban, Isa Almasih diyakini bangkit dari kematian. Kebangkitan itu diperingati sebagai Hari Paskah dan menjadi dasar utama iman Kristen. Dalam sejumlah kisah Alkitab, Isa menampakkan diri kepada para murid serta banyak pengikut lainnya untuk menunjukkan bahwa Ia telah bangkit dan hidup kembali.

Selama 40 hari setelah kebangkitan, Isa disebut tetap bersama para murid untuk memberikan pengajaran dan penguatan iman. Pada masa itu, Ia juga menyampaikan pesan agar para murid melanjutkan ajaran kasih serta menyebarkan kabar keselamatan kepada seluruh bangsa. Momen tersebut menjadi bagian penting dalam perjalanan awal perkembangan ajaran Kristen.

Peristiwa kenaikan terjadi di Bukit Zaitun yang berada di dekat Yerusalem. Di hadapan para murid, Isa Almasih terangkat ke surga. Sebelum naik, Ia berpesan agar para pengikut-Nya tetap teguh dalam iman dan menantikan turunnya Roh Kudus. Sepuluh hari setelah kenaikan itu, umat Kristiani kemudian memperingati Hari Pentakosta sebagai turunnya Roh Kudus kepada para rasul.

Di Indonesia, Kenaikan Isa Almasih diperingati sebagai hari libur nasional. Berbagai gereja menggelar ibadah dan doa bersama untuk mengenang peristiwa tersebut. Selain menjadi bagian dari tradisi keagamaan, peringatan Kenaikan Isa Almasih juga dimaknai sebagai ajakan untuk menjaga harapan, kasih, dan kedamaian dalam kehidupan sehari-hari.


Penulis: HES


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Siapa yang Berhak Menulis Sejarah? Menyoal Pemutakhiran Sejarah Indonesia di Tengah Kepentingan Kekuasaan #PojokTulisan

Gana Samuhita, Komunitas Sosial Pemuda yang Hidupkan Literasi di Rejang Lebong

Laki-Laki Juga Butuh Ruang Aman; Maskulinitas Bukan Soal Dominasi #PojokTulisan