Menjaga Api Jurnalisme: Refleksi Hari Pers Nasional
LPM GELORA PARRHESIA — Penetapan Hari Pers Nasional berangkat dari sejarah lahirnya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 9 Februari 1946 di Surakarta. Pada masa awal kemerdekaan, pers Indonesia menjadi alat perjuangan penting dalam membangun kesadaran nasional, menyebarkan informasi perjuangan, serta mengawal cita-cita kemerdekaan. Sejak saat itu, pers tumbuh dan berkembang sebagai kekuatan sosial yang tidak terpisahkan dari perjalanan bangsa.
Dalam sistem demokrasi, pers disebut sebagai pilar keempat setelah eksekutif, legislatif, dan yudikatif. Peran tersebut diwujudkan melalui fungsi kontrol sosial, pengawasan terhadap kekuasaan, serta penyampaian informasi yang berimbang dan dapat dipercaya.Pers juga menjadi sarana penyampaian aspirasi masyarakat sehingga suara publik dapat didengar secara luas.
Memasuki era digital, dunia jurnalistik menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perkembangan teknologi informasi membawa kemudahan dalam mengakses dan menyebarkan berita, namun di sisi lain juga melahirkan persoalan serius seperti hoaks, disinformasi, serta banjir informasi yang tidak terverifikasi. Kondisi ini menuntut pers untuk semakin mengedepankan profesionalisme, akurasi, dan etika jurnalistik dalam setiap proses pemberitaan.
Hari Pers Nasional 2026 menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen insan pers terhadap nilai-nilai dasar jurnalistik, seperti kejujuran, independensi, dan tanggung jawab sosial. Pers dituntut tidak hanya cepat dalam menyampaikan informasi, tetapi juga cermat, berimbang, dan berpihak pada kepentingan publik serta kebenaran.
Dalam konteks pendidikan dan regenerasi jurnalis, pers mahasiswa memiliki peran strategis sebagai ruang belajar dan pembentukan karakter jurnalistik. Sebagai bagian dari pers nasional, pers mahasiswa diharapkan mampu melahirkan jurnalis muda yang kritis, berintegritas, serta berkomitmen pada nilai-nilai demokrasi. Melalui karya jurnalistik yang berpijak pada fakta dan kepentingan publik, pers mahasiswa turut berkontribusi dalam menjaga kualitas demokrasi di masa depan.
Peringatan Hari Pers Nasional 2026 diharapkan tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga ruang refleksi bersama untuk memperkuat peran pers sebagai penjaga kebenaran dan pengawal demokrasi. Di tengah dinamika sosial dan politik yang terus berkembang, pers termasuk pers mahasiswa dituntut untuk tetap konsisten menjalankan fungsinya sebagai media yang informatif, edukatif, bertanggung jawab, dan mengakar dalam kehidupan masyarakat.
Penulis: AR
Editor: GS

Komentar
Posting Komentar