Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2025

Bagaimana jika PARPOL dan Pemerintah adalah SATU-SATUNYA Pengendali? #PojokTulisan

Gambar
  Penyelenggara komunikasi publik adalah pihak atau organisasi yang bertanggung jawab dalam mengelola, merencanakan, dan menyampaikan informasi kepada publik. Tujuan utama mereka adalah memastikan bahwa informasi yang disampaikan dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat luas, sehingga mereka mendapatkan informasi yang akurat, transparan, dan tepat waktu. Lantas, mengapa sering kali penyelenggara—dalam hal ini—hampir selalu mengarah pada instansi atau lembaga pemerintahan sebagai salah dua, atau bahkan satu-satunya, yang memiliki otoritas atas informasi yang harus dikonsumsi publik? Padahal kita tahu betul bahwa ada sejumlah etika penyelenggara komunikasi publik, antara lain: transparansi, kejujuran dan akurasi, penghargaan terhadap privasi, tanggung jawab sosial, serta menghindari manipulasi. Namun, kontradiksi terhadap etika-etika itulah yang justru kerap dipraktikkan oleh pemerintah dalam meloloskan berbagai kepentingan, baik kelompok maupun individu, yang telah mereka rencan...

People Pleasure "Tersenyum Tapi Tercekik" #PojokTulisan

Gambar
Banyak orang tampak ramah, ringan tangan, dan selalu hadir dalam setiap kesulitan orang lain. Mereka datang membawa senyum, seolah tak pernah lelah menjadi baik. Tapi siapa sangka, senyum itu terkadang menyimpan sesak yang tak terlihat—bukan karena tubuh yang lelah, tapi karena hati yang tak pernah diberi ruang untuk berkata, “aku nggak bisa.” Kita mungkin pernah berada di posisi itu. Mengangguk setuju saat diajak nongkrong meski kepala sedang penuh. Mengiyakan permintaan tolong ketika tenaga sudah di ujung batas. Tak enak menolak, takut dicap tidak peduli, takut mengecewakan. Maka kita terus berusaha menjadi ‘baik’ di mata orang lain, meskipun perlahan-lahan kita mengkhianati diri sendiri. Rasa “nggak enakan” memaksa kita menyingkirkan kebutuhan pribadi. Kita menelan letih, menunda istirahat, dan mengubur perasaan hanya demi menyenangkan semua orang. Padahal, kebaikan tidak seharusnya tumbuh dari paksaan, apalagi jika tumbuh di atas pengabaian terhadap diri sendiri. Kondisi ini dikena...

Megahnya Kampus Bergengsi Tersisihkannya Kampus Biasa #PojokTulisan

Gambar
  Tak bisa dimungkiri, kampus bergengsi kerap menjadi primadona. Nama besar, jaringan luas, dan segudang prestasi menjadikannya magnet bagi banyak orang. Bahkan, tak jarang mahasiswa dinilai dari almamaternya, seolah kualitas seseorang hanya dapat lahir dari institusi megah yang berlokasi di pusat kota. Di sisi lain, kampus-kampus yang dianggap “biasa saja”—terlebih yang berada di kota kecil—masih sering dipandang sebelah mata. Mahasiswanya kerap diragukan kapasitasnya, bahkan tak jarang merasa minder ketika obrolan mulai menyinggung kampus-kampus favorit. Lantas, benarkah kampus menentukan masa depan seseorang? Apakah mereka yang lahir dari kampus biasa akan terus dipinggirkan? Apakah kesuksesan hanya dimonopoli oleh lulusan universitas unggulan? Jawabannya: tidak selalu. Faktanya, kampus bukanlah pabrik pencetak kesuksesan. Ia hanyalah ruang yang bisa dimanfaatkan—atau diabaikan. Kualitas seseorang lebih ditentukan oleh bagaimana ia belajar, tumbuh, dan memberi dampak. Mahasiswa ...

PKBM Literasi Qur’ani Luluskan Angkatan Pertama Pendidikan Kesetaraan Setara SMA, Buka Kesempatan Belajar untuk Semua

Gambar
LPM Gelora Parrhesia, 04 Juli 2025 - Pendidikan adalah hak semua orang, dan hal ini dibuktikan oleh PKBM Literasi Qur’ani, lembaga pendidikan non-formal yang sudah terakreditasi dan aktif membuka akses pendidikan kesetaraan untuk seluruh lapisan masyarakat. Kabar gembira datang dari PKBM ini dengan diumumkannya kelulusan angkatan pertama peserta Paket C (setara SMA). Hal ini menjadi tonggak penting yang menandai keberhasilan nyata PKBM Literasi Qur’ani dalam mendampingi para peserta didik menyelesaikan pendidikan setara sekolah menengah atas. Program ini melalui binaan Bapak Sumarto, M.Pd, selaku pemilik RA Tunas Literasi Qur'ani dan juga seorang dosen di IAIN Curup, yang selama ini aktif terjun langsung membantu masyarakat mendapatkan hak pendidikannya. Di bawah kepemimpinannya, PKBM Literasi Qur’ani berkembang menjadi lembaga yang inklusif, terjangkau, dan adaptif dengan kebutuhan peserta didik. Program Unggulan PKBM Literasi Qur’ani mencangkup: 📘PAKET A – Setara SD 📙PAKET B – ...

Ketika dunia tidak belajar dari luka lama #PojokTulisan

Gambar
Di tengah dunia yang kian terpecah, bayang-bayang Perang Dunia III terasa semakin nyata. Ketegangan yang berlangsung di berbagai wilayah, khususnya di Timur Tengah, menjadi pemantik kekhawatiran global. Konflik berskala lokal sering kali menjadi medan tarik-menarik kepentingan negara-negara besar. Ketika satu negara bertindak, negara lain cenderung bereaksi—siklus inilah yang bisa memicu percikan menjadi api besar. Bayangkan jika perang benar-benar terjadi. Bangunan megah yang dibangun dengan teknologi canggih dapat hancur dalam sekejap oleh rudal dan bom. Kota-kota besar bisa berubah menjadi puing-puing. Bukan hanya infrastruktur yang lenyap, tetapi juga harapan, pendidikan, masa depan anak-anak, dan impian jutaan manusia. Semua bisa sirna karena ambisi kekuasaan yang tak terkendali. Sulit dipahami mengapa kekuasaan kerap dipertontonkan melalui kekerasan. Mengapa dominasi harus ditegakkan dengan kehancuran? Tidakkah ini semua terlihat sia-sia? Dunia telah cukup lelah oleh luka-luka pe...

Siapa yang Berhak Menulis Sejarah? Menyoal Pemutakhiran Sejarah Indonesia di Tengah Kepentingan Kekuasaan #PojokTulisan

Gambar
  Apakah sejarah hanya milik mereka yang menang? Jika ya, maka terlalu banyak nama dan kisah yang telah kita kubur bersama ingatan bangsa ini bukan karena mereka tak berjasa, melainkan karena mereka dianggap tak layak dikenang dalam versi penguasa. Akhir-akhir ini lini masa dipenuhi dengan deretan beragam kisah perjuangan berlandaskan kepentingan bangsa, dari tiap-tiap langkah waktu yang telah berhasil kita dan Ibu Pertiwi lalui bersama, wacana untuk memutakhirkan sejarah mungkin adalah langkah yang sungguh bijaksana, guna merawat ingatan atas setiap nyawa dari tiap-tiap nama yang rela mengorbankan diri dan hidupnya demi memuluskan keberlanjutan langkah Nusantara. Namun, hal ini juga menjadi satu hal yang sangat memilukan, apabila menjadi sebuah langkah strategis untuk menciptakan ulang sejarah sekaligus merekonstruksinya di waktu yang bersamaan, dengan menghilangkan beberapa bagian dari rentetan kisah perjalannya, ataupun memutar landscape dibeberapa peristiwa-peristiwa central...