Postingan

Yudisium PPG 2025 IAIN Curup Hasilkan Ribuan Guru Profesional dari 29 Provinsi

Gambar
LPM GELORA PARRHESIA, Curup, 20 September 2025 – Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Curup sukses menyelenggarakan Yudisium dan Pengukuhan Guru Profesional PPG dalam Jabatan Batch 1 Tahun 2025 yang berlangsung di Aula Harun Arasyid Perpustakaan IAIN Curup, Sabtu 20 september. Acara dimulai pukul 07.30 WIB hingga selesai, dan dihadiri langsung oleh peserta secara offline dan juga diikuti secara online melalui Zoom. Sebanyak 1.094 peserta terdaftar, dengan jumlah yang dinyatakan lulus 1.092 peserta atau mencapai tingkat kelulusan 98,80 persen. Sementara dua peserta dinyatakan tidak lulus akibat kendala teknis. Para peserta berasal dari 29 provinsi di indonesia (Aceh, Sumatra utara, Sumatra barat, Riau, Jambi, Sumatra selatan, Bangka Belitung, Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, NTB, NTT, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Sulawesi Barat, Sulawesi Selatan...

Masa Ta’aruf Mahasiswa (MASTAWA) Resmi digelar, Jalin Erat Persaudaraan

Gambar
  Masa Ta'aruf Mahasiswa (Mastawa) Fakultas Ushuluddin Adab dan Dakwah 2025 diselenggarakan mulai tanggal 12-13 September 2025. Pembukaan Mastawa ini dilaksanakan di Ruang Belajar Bersama (RBB) Ilmu Al-Qur'an Tafsir (IAT) pada Jum'at 12 September 2025 mulai pukul 14.00 WIB hingga selesai. Turut hadir dalam acara pembukaan ini Dekan FUAD (Dr. Fakhruddin, S.Ag, M.Pd.I), Wakil Dekan I (Rhoni Roddin, M.Hum), Wakil Dekan II (Dr. M. Taqiyuddin, M.Pd.I), Kepala Laboratorium (Dede Sihabuddin, M.Sos), Ketua Prodi Ilmu Perpustakaan Informasi Islam (Marleni, M.Hum) Acara ini diikuti oleh sekitar 70 peserta yang terdiri dari program studi Ilmu Komunikasi Penyiaran Islam, Ilmu Al-Qur'an Tafsir, Ilmu Perpustakaan Informasi Islam, dan Bimbingan Penyuluhan Islam. Ketua Panitia Ahmad Roby Effendi berharap acara ini dapat sesuai dengan tema yaitu menguatkan solidaritas, menumbuhkan intelektualitas, menggerakkan peradaban. "Maka dari itu kami mengajak peserta untuk mempererat...

Mahasiswa dan DPRD Rejang Lebong Bangun Kesepahaman Lewat Audiensi

Gambar
LPM Gelora Parrhesia, Rejang Lebong, 1 September 2025 – Organisasi mahasiswa (Ormawa) IAIN Curup melakukan audiensi dengan DPRD Kabupaten Rejang Lebong pada Senin (1/9). Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari konsolidasi mahasiswa yang digelar sehari sebelumnya di Sekretariat UKM Paralegal. Dalam audiensi tersebut, mahasiswa menyampaikan delapan poin tuntutan yang mencakup isu kesejahteraan, penegakan hukum, etika pejabat publik, hingga persyaratan pendidikan bagi anggota legislatif. Audiensi ditutup dengan penandatanganan berita acara kesepakatan antara DPRD Rejang Lebong dan seluruh Ormawa serta HMPS IAIN Curup. Beberapa di antaranya meliputi UKM Paralegal, LPM Gelora Parrhesia, HMPS TBI, HMPS TBIN, HMPS HES, HMPS ES, HMPS KPI, HMPS MPI, HMPS PS UKK KSR PMI, HMPS Hukum Tata Negara, dan UKM Kesenian. Ketua DPRD Rejang Lebong, Juliansyah Yayan , menyatakan pihaknya menyambut baik aspirasi mahasiswa tersebut. “Apa yang disampaikan mahasiswa wajar, karena menyangkut kepentingan masy...

PPATK Blokir Rekening Tak Aktif Ini Penjelasan dan Cara Menghindarinya!

Gambar
  LPM Gelora Parrhesia, Rejang Lebong, 02 Agustus 2025 — Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) melakukan langkah tegas dengan memblokir sementara jutaan rekening bank yang tidak aktif atau tidak digunakan selama lebih dari 3 bulan. Dilansir dari Detik.com , pemblokiran dilakukan bukan semata karena tidak adanya transaksi, melainkan adanya indikasi penyalahgunaan seperti tindak pidana pencucian uang (TPPU), penipuan daring, hingga praktik jual beli rekening. Hingga akhir Juli 2025, sudah lebih dari 28 juta rekening yang sempat diblokir dibuka kembali. Kebijakan ini menuai sorotan publik karena menyangkut langsung kepemilikan rekening nasabah, termasuk mereka yang jarang bertransaksi. "Berdasarkan temuan yang kami peroleh, disampaikan bahwa rekening-rekening tidak aktif tersebut rentan untuk disalahgunakan oleh pelaku tindak pidana, mengalami peretasan, diperjualbelikan, dan perbuatan lainnya yang melawan hukum," ungkap Kepala PPATK, Ivan Yustiavandana di...

Bagaimana jika PARPOL dan Pemerintah adalah SATU-SATUNYA Pengendali? #PojokTulisan

Gambar
  Penyelenggara komunikasi publik adalah pihak atau organisasi yang bertanggung jawab dalam mengelola, merencanakan, dan menyampaikan informasi kepada publik. Tujuan utama mereka adalah memastikan bahwa informasi yang disampaikan dapat diakses dan dipahami oleh masyarakat luas, sehingga mereka mendapatkan informasi yang akurat, transparan, dan tepat waktu. Lantas, mengapa sering kali penyelenggara—dalam hal ini—hampir selalu mengarah pada instansi atau lembaga pemerintahan sebagai salah dua, atau bahkan satu-satunya, yang memiliki otoritas atas informasi yang harus dikonsumsi publik? Padahal kita tahu betul bahwa ada sejumlah etika penyelenggara komunikasi publik, antara lain: transparansi, kejujuran dan akurasi, penghargaan terhadap privasi, tanggung jawab sosial, serta menghindari manipulasi. Namun, kontradiksi terhadap etika-etika itulah yang justru kerap dipraktikkan oleh pemerintah dalam meloloskan berbagai kepentingan, baik kelompok maupun individu, yang telah mereka rencan...

People Pleasure "Tersenyum Tapi Tercekik" #PojokTulisan

Gambar
Banyak orang tampak ramah, ringan tangan, dan selalu hadir dalam setiap kesulitan orang lain. Mereka datang membawa senyum, seolah tak pernah lelah menjadi baik. Tapi siapa sangka, senyum itu terkadang menyimpan sesak yang tak terlihat—bukan karena tubuh yang lelah, tapi karena hati yang tak pernah diberi ruang untuk berkata, “aku nggak bisa.” Kita mungkin pernah berada di posisi itu. Mengangguk setuju saat diajak nongkrong meski kepala sedang penuh. Mengiyakan permintaan tolong ketika tenaga sudah di ujung batas. Tak enak menolak, takut dicap tidak peduli, takut mengecewakan. Maka kita terus berusaha menjadi ‘baik’ di mata orang lain, meskipun perlahan-lahan kita mengkhianati diri sendiri. Rasa “nggak enakan” memaksa kita menyingkirkan kebutuhan pribadi. Kita menelan letih, menunda istirahat, dan mengubur perasaan hanya demi menyenangkan semua orang. Padahal, kebaikan tidak seharusnya tumbuh dari paksaan, apalagi jika tumbuh di atas pengabaian terhadap diri sendiri. Kondisi ini dikena...

Megahnya Kampus Bergengsi Tersisihkannya Kampus Biasa #PojokTulisan

Gambar
  Tak bisa dimungkiri, kampus bergengsi kerap menjadi primadona. Nama besar, jaringan luas, dan segudang prestasi menjadikannya magnet bagi banyak orang. Bahkan, tak jarang mahasiswa dinilai dari almamaternya, seolah kualitas seseorang hanya dapat lahir dari institusi megah yang berlokasi di pusat kota. Di sisi lain, kampus-kampus yang dianggap “biasa saja”—terlebih yang berada di kota kecil—masih sering dipandang sebelah mata. Mahasiswanya kerap diragukan kapasitasnya, bahkan tak jarang merasa minder ketika obrolan mulai menyinggung kampus-kampus favorit. Lantas, benarkah kampus menentukan masa depan seseorang? Apakah mereka yang lahir dari kampus biasa akan terus dipinggirkan? Apakah kesuksesan hanya dimonopoli oleh lulusan universitas unggulan? Jawabannya: tidak selalu. Faktanya, kampus bukanlah pabrik pencetak kesuksesan. Ia hanyalah ruang yang bisa dimanfaatkan—atau diabaikan. Kualitas seseorang lebih ditentukan oleh bagaimana ia belajar, tumbuh, dan memberi dampak. Mahasiswa ...